Pola perawatan ciblek sawah agar rajin berbunyi

Posted on

Burung ciblek sawah disebut dengan julukan (ciwah) burung tersebut merupakan burung yang mempunyai banyak peminat dibandingkan dengan jenis burung ciblek gunung dan jenis burung ciblek kebun. Adapun jenis burung ciwah ini hanya dijadikan sebagai burung masteran karena burung ini mempunyai suara kicauan yang panjang. Jenis burung seperti ini sangat cocok bagi masteran jenis burung plecimurai batu, kacer, kenari dan lain-lainburung ciblek sawah biasanya pada saat mau bertelur menyusun sarang di atas tangkai ilalang dan juga padi.

Cara membedakan jenis kelamin burung ini biasanya agak sulit untuk mengetahui mana yang jenis kelamin jantan dan mana yang jenis kelamin betina, apa lagi burung cibleknya masih berumur muda (anakan). Burung yang cukup banyak mempunyai peminat ini memiliki suara kicauan yang khas sehingga banyak peminat baik dari kalangan kota besar maupun daerah perkampungan. Akan tetapi kadang yang menjadi kendala kepada para pecinta burung ini yaitu cara mengetahui jenis kelamin tersebut. Bagaimana cara untuk mengetahui jenis kelamin burung ini?

Ciri-ciri burung ciblek sawah jantan (pari)

  • Pada bagian pangkal paruhnya pas bagian bawah terdapat warna hitam.
  • Adapun pada daerah alisnya, burung ini mempunyai tiga helai bulu yang berwarna hitam.
  • Untuk ciblek jenis jantan (pari) bisanya di tandai dengan adanya bulu yang lebat dan terdapat warna abu abu.
  • Kuku untuk burung jenis kelamin jantan lebih berwarna hitam dibandingkan jenis kelamin betina.
  • Pada bagian batang kakinya berwarna coklat
  • Untuk jenis jantan biasanya rajin berkicau dan tidak monoton dan volume keras
  • Pada bagian alis terdapat beberapa helai bulu berwarna hitam

Ciri-ciri burung ciblek sawah betina:

  • Paruh ciblek sawah betina tidak terdapat warna hitam
  • Postur ciblek sawah betina lebih kecil & pendek di banding yang jantan
  • Warna kaki ciblek betina lebih pudar warna coklatnya di banding yang jantan
  • Kuku ciblek sawah betina tidak sehitam yang jantan
  • Pada bagian alis todak terdapat helai bulu berwarna hitam
  • Suara ciblek betina cenderung monoton dan volume kecil

Beberapa pola perawatan ciblek sawah agar rajin berbunyi:
Burung dikeluarkan pada pagi hari, untuk dijemur di bawah sinar matahari yang baru terbit. Penjemuran pada pagi hari sangat bermanfaat bagi mahluk hidup. Selain membuat burung menjadi lebih aktif, penjemuran juga dapat memancing burung agar lebih rajin berbunyi.

Berikan pakan voer secukupnya, atau 1/3 cepuk pakan. Pemberian voer secara berlebihan membuat burung menjadi sering makan, dan rentan tercemar bakteri atau jamur jika voer tidak habis dalam beberapa hari.
Mandikan burung secara teratur pada pagi, baik dengan menyediakan bak mandi dalam sangkar atau menyemprotnya dengan menggunakan sprayer. Setelah mandi, burung segera diberikan extra fooding (EF) berupa 2 – 3 ekor ulat hongkong warna putih dan 1 sendok teh kroto.

Setelah diangin-anginkan sebentar untuk mengeringkan bulunya yang masih basah, burung kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Durasi penjemuran sekitar 1-2 jam, dan dilakukan sebelum matahari bersinar cukup terik.
Siang harinya, ciblek dipindahkan ke tempat yang sejuk, lalu diberi 2 -3 ekor jangkrik berukuran kecil.

Lakukan pemasteran dengan menggunakan suara-suara tembakan burung, baik dari audio mp3 maupun burung masteran. Pemasteran dilakukan agar ciblek sawah terpancing untuk mengeluarkan suara tembakan yang lantang.
Sore harinya, burung kembali dimandikan, lantas diangin-anginkan sambil diberi 1 sendok teh kroto.
Malam hari, burung dibiarkan tanpa kerodong, lalu digantung di tempat yang aman dari terpaan angin dan gangguan binatang predator terutama tikus atau kucing.

Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu bagi para pecinta burung ciblek mania.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *